KATA
PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahimm...
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji dan syukur kita panjatkan atas
khadirat Allah SWT. Atas segala rahmat, hidayah, dan karunia-Nya. Sehingga kami
dari kelompok tujuh dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang
diberikan oleh dosen Ibu Ratnawati
S.Pd.,M.Pd mata kuliah Pengembangan
Keterampilan Menulis
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi teratasi.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pengutipan, yang kami
sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan
berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu
yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh
kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Makassar. Utamanya pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya sadar bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,
kepada dosen pembimbing saya meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
saya di masa yang akan datang dan mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.
Makasssar, 08 April 2015
Penyusun
KELOMPOK VII
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A. Latar
belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah........................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 3
A.
Pengertian
Pengutipan?.................................................................................. 3
B.
Jenis
Pengurtipan?.......................................................................................... 3
C.
Prinsip-prinsip
Pengutipan?............................................................................ 7
D.
Cara-cara
Mengutip?...................................................................................... 8
E.
Tata
cara mengutip karya orang lain?........................................................... 10
BAB
III PENUTUP............................................................................................... 13
A.
Kesimpulan
.................................................................................................. 13
B.
Saran............................................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................ 15
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan
dan teknologi, maka kitapun dituntut untuk
selalu memngembangkan dan mempublikasikan hasil dari perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut agar dapat dinikmati oleh masyarakat. Salah
satu bentuk pengembangan tersebut ialah dengan cara membuat karya tulis ilmiah,
buku since, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan karya ilmiah maupun buku-buku
since tentu tidak akan lepas dari yang namanya sumber rujukan. Sumber rujukan dalam
hal ini adalah teori-teori dari berbagai sumber baik diambil dari kamus,
ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain
sebagainya yang mendukung argumen kita dalam pembuatan karya tulis
tersebut. Dalam pengambilan informasi tersebut tentu keterangan dari sumber
tersebut harus dicantumkan dalam karya tulis kita. Pencatuman tersebut biasa
disebut kutipan.
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat
yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut
mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan,
buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Mengutip bukanlah sesuatu hal
yang bisa seenaknya saja kita buat, namun ada beberapa aturan mengutip yang
perlu kita ketahui. Aturan-aturan mengutip ini sangat penting untuk diketahui
agar dalam pembuatan karya tulis, catatan kaki dan daftar pustaka tidak terjadi
kesalahan yang berakibat fatal bagi kebenaran penguatan argumen dalam karya
tulis kita.
Sungguh ironis jika sampai saat ini
masih banyak para terpelajar yang kadang masih salah dalam melakukan kutipan.
Karena pentingnya mengutip dengan cara yang benar, maka atas keprihatinan
akan hal inilah yang mendorong kami untuk membuat makalah mengenai
kutipan. Dengan adanya makalah ini diharapkan bahwa nantinya dalam pembuatan
karya tulis baik siswa maupun mahasiswa, dan para terpelajar lainnya dalam
mengutip bisa mengutip dengan cara yang benar berdasarkan sumber rujukan yang
diambil.
Latar
Belakang Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai
sumber. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan,
buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penulisan sumber kutipan ada yang
menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau
catatan kaki (footnote). Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard
ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman
buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang
dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Fungsi kutipan antara lain sebagai
landasan teori, penguat pendapat orang lain, penjelasan suatu uraian, bahan
bukti untuk menunjang pendapat.
B. Rumusan
Masalah
1.
Pengertian
Pengutipan?
2.
Jenis
Pengurtipan?
3.
Prinsip-prinsip
Pengutipan?
4.
Cara-cara
Mengutip?
5.
Tata
cara mengutip karya orang lain?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Kutipan
Kutipan
adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang, atau
ucapan seseorang yang terkenal, baik terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah, dan surat
kabar. Kutipan juga dapat diambil dari sumber lisan yaitu dari ucapan lisan
seperti pidato atau dsikusi. Penulis cukup mengutip pendapat yang dianggap
benar dengan menyebutkan di mana pendapat itu dibaca atau didengarkan, sehingga
pembaca dapat mencocokkan kutipan itu dengan sumber aslinya.
Wlaupun
kutipan di atas terdapat seorang ahli itu diperkenalkan, tidaklah berarti bahwa
sebuah tulisan seluruhnya dapat terdiri dari kutipan-kutipan. Penulis harus
bisa menahan dirinya untuk tidak terlalu banyak mempergunakan kutipan supaya
karangannya jangan dianggap suatu himpunan dari berbagai macam pendapat, garis
besar kerangka karangan, serta kesimpulan-kesimpulan yang dibuat merupakan
pendapat penulis sendiri. Sebaliknya, kutipan-kutipan hanya berfungsi sebagai
bahan menunjang pendapatnya itu.
B.
Jenis
Pengutipan
Menurut
jenis kutipan dapat dibedakan atas kutipan langsung dan kutipan tak
langsung (kutipan isi). Kutipan langsung adalah pinjaman demi kalimat
dari sebuah teks aslinya. Sedangkan kutipan tak langsung adalah pinjaman
pendapat seseorang pengarang atau tokoh
terkenal berupa inti sari dari pendapat tersebut.
Perbedaan antara kedua kutipan ini harus
benar-benar diperhatikan karena akan membawa konsekuensiyang berlainan bila
dimasukkan dalam teks. Dalam hubungan ini cara mengambil bahan-bahan dari
buku-buku pada waktu mengumpulkan data atau akan membantu. Kutipan langsung
harus dimasukkan dalam tanda kutip, sedangkan kutipan tak langsung tidak dapat
diapit oleh tanda kutip.
Jika ada beberapa buku yang dijadikan
sebagai acuan ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang
sama pula, data tahun diikuti oleh lambang
a, b, c, dan seterusnya urutannya ditentukan secara kronologis atau
berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
Apabila karya tulis oleh suatu atau dua
orang maka penulisan nama pengarang harus selalu dituliskan setiap kali
diacu/dikutip dalam teks. Bila mengacu
pada karya tulis oleh tiga orang, penulisan semua dalam teks hanya dilakukan
pada pengutipan pertama saja. Pada pengutipan seterusnya nama pengarang pertama
saja yang ditulis mengikuti singkatan dkk (dan kawan-kawan) atau dapat juga
digunakan et-al (berasal ari bahasa latin et
ahlii atau et aliae yang berarti orang lain.
Untuk karya yang ditulis lebih dari satu
orang, sebaliknya digunakan tanda empersand (&)untuk menghubungkan nama
pengarang yang terkahir dengan nama pengarang yang mendahuluinya. Hal ini
digunakan untuk menghindari terjadinya kejanggalan kalau rujukan yang diacu dalam teks adalah tulisan
dari berbagai bahasa misalnya; dan (Indonesia), and (Inggris), en (Belanda),
und (Jerman), dan seterusnya.
Dalam mengambil kutipan, hendaknya
kutipan itu jangan terlalu panjang, misalnya satu halaman atau lebih. Bila
demikian halnya, pembaca sering lupa apa yang dibacanya ini seluruhnya
merupakan kutipan. Sebaliknya kutipan diambil
seperlunya saja, sehingga tidak termasuk atau mengganggu uraian yang
sebenarnya. Bila penulis menganggap perlu memasukkan uraian yang sebenarnya.
Bila penulis menganggap perlu memasukkan
kutipan yang panjang, maka lebih baik memasukkannya dalam bagian apendiks atau lampiran.
Selain kutipan yang diambil dari
buku-buku atau majalah-majalah, ada pula kutipan yang diambil dari penutur
lisan. Penuturan lisan bisa terjadi melalui wawancara atau ceramah-ceramah.
Namun, kutipan semacam ini dalam karya-karya ilmiah akan kurang nilainya kalau
disajikan begitu saja, agar nilanya lebih dapat dipertanggungjawabkan, maka
harus dimintakan pengesahannya lagi dari orang yang bersangkutan.
Contoh cara kutipan
langsung:
Kutipan
langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap atau persis
kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Cara penulisannya
sebagai berikut :
1.
Kutipan yang panjangnya kurang dari 4 baris :
a. Diketik
seperti ketikan teks.
b. Diawali
dan diakhiri dengan tanda petik (“ “).
c. Jarak
antar baris kutipan dua spasi.
d. Sesudah
kutipan selesai, langsung ditulis di belakang yang dikutip dalam tanda
kurung ditulis sumber dari mana kutipan
itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun
terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil (Penulis, Tahun:Halaman).
2.
Kutipan yang terdiri dari 4 baris atau lebih :
a. Jarak
antar baris kutipan satu spasi.
b. Dimulai
5-7 ketukan dari batas tepi kiri sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip.
Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan
lagi 5-7 ketukan.
c. Kutipan
dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi.
d. Sumber
rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan.
e. Apabila
pengutip memandang perlu untuk menghilangkan beberapa bagian kalimat, pada
bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah.
f. Di
belakang kutipan diberi sumber kutipan.
g. Kutipan
diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip.
h. Bila
pengutip ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang dihilangkan
tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris.
i.
Apabila pengutip ingin memberi
penjelasan atau menggarisbawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus
memberikan keterangan. Keterangan tersebut berada diantara tanda kurung,
misalnya: (garis bawah oleh pengutip.
j.
Apabila penulis menganggap bahwa ada satu
kesalahan dalam kutipan, dapat dinyatakan dengan menuliskan symbol (sic!)
langsung setelah kesalahan tersebut.
Kutipan langsung ditampilkan untuk
mengemukakan konsep atau informasi sebagai data. Titik-titik sepanjang satu
baris menandai penghilangan sebuah kalimat, titik-titik sebanyak tiga menandai
penghilangan kata, dan (sic!) menandai adanya kesalahan dalam kalimat. Contoh kutipan langsung
Anderson and Clancy (1991:12) memberi
pengertian biaya adalah sebagai berikut: “Cost is an exchange price, or a
sacrifice made obtain a benefit”. Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy
menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk
mendapatkan sesuatu keuntungan.
Contoh cara kutipan
tidak langsung:
Penulis
melakukan parafrase atau menggunakan kalimat-kalimat yang disusunnya sendiri
(hanya mengambil pokok pikiran/inti sari dari sumber yang dikutip) untuk
dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip menjadi ikhtisar
atau intisari berdasarkan apa yang dikutipnya. Adapun cara peraturan dalam
pembuatannya adalah sebagai berikut:
a. Kalimat-kalimat
yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana
teks biasa.
b. Semua
kutipan harus dirujuk.
c. Kutipan
di integrasikan dengan teks.
d. Kutipan
tidak diapit tanda kutip.
e. Sumber
rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan.
f. Apabila
ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka
masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan diantara tanda kurung.
g. Apabila ditulis sesudah teks kutipan, rujukan
ditulis di antara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum
dalam daftar pustaka, titik dua, dan diakhiri dengan tahun terbitan
Contoh kutipan tidak langsung
Anderson and Clancy
(1991:12) Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy menyatakan bahwa biaya
adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu keuntungan
atau “Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit”.
C.
Prinsip-prinsip
Mengutip
Ada
beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh penulis pada waktu membuat
kutipan, antara lain:
1.
Jangan mengadakan perubahan
Pada
waktu mengadakan kutipan langsung pengarang tidak boleh mengubah kata-kata atau
teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menggarap perlu untuk mengadakan
perubahan tekniknya, maka ia harus
menyatakan atau member keterangan yang jelas bahwa telah diadakan perubahan
tertentu. Misalnya dalam naskah aslinya tidak ada kalimat atau bagian kalimat
yang diletakkan dalam huruf miring (kursif) atau digaris bawahi, tetapi oleh
pertimbangan penulis, kata-kata atau bagian kalimat itu diberikan huruf tebal , huruf miring, atau direnggangkan. Pertimbangan untuk mengubah
teknik itu bisa bermacam-macam untuk member tekanan, contoh, pertentangan, dan
sebagainya. Dalam hal yang demikian, penulis harus memberikan keterangan dalam tanda kurung segi empat [
... ] bahwa perubahan itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam teks
aslinya. Keterangan dalam kurung segi empat itu misalnya berbunyi sebagai
berikut: [huruf miring dari segi penulis].
2.
Bila ada kesalahan
Bila
dalam kutipan itu terdapat kesalahan atau keganjilan. Entah dalam persoalan
atau dalam sola-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki
kesalahan-kesalahan itu. Ia hanya pengutip sebagaimana adanya demikian pula
halnya kalau penulis tidak setuju dengan suatu bagian dari kutipan itu.
Dalam
hal terakhir ini, kutipan tetap dilakukan, hanya penulis diperkenankan
mengadakan perbaikan atau catatan terhadap kesalahan tersebut. Perbaikan atau
catatan itu dapat ditempatkan sebagai catatan kaki., atau dapat pula
ditempatkan dalam tanda kurung segi empat [ ... ] seperti halnya dengan
perubahan teknik seperti telah dikemukakan di atas. Catatan dalam tanda kurung
empat itu langsung ditempatkan di belakang kata dasar unsur yang hendak
diperbaiki, diberi catatan atau yang disetujui itu.misalnya kalau kita tidak
setuju dengan bagian itu, maka biasanya diberi catatan singkat.
3.
Menghilangkan bagian kutipan
Dalam
kutipan-kutipan diperkenankan pula menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan
syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak boleh mengakibatkan perubahan makna
aslinya atau makna keseluruhannya. Penghilangan bagian itu biasanya dinyatakan
dengan mempergunakan tiga titik sapasi [...] jika unsur yang dihilangkan itu
terdapat pada akhir sebuah kalimat, maka ketiga titik berspasi itu ditambah
sesudah titik yang mengakhiri kalimat itu. Bila bagian yang dihilangkan itu
terdiri dari satu alinea atau lebih, maka biasanya dinyatakan dengan titik
berspasi sepanjang satu baris halaman. Bila ada tanda kutip, maka titik-tiitik
itu baik pada awal maupun akhir kutipan harus dimasukkan dalam tanda kutip
sebab unsur yang dihilangkan itu dianggap
sebagai bagian dari kutipan.
D.
Cara-cara
Mengutip
Perbedaan kutipan
langsung dengan kutipan tidak langsung akan membawa akibat yang berlainan pada
saat memasukkannya dalam teks. Begitu pula cara membuat kutipan itu. Agar
tiap-tiap jenis kutipan dapat dipahami dengan lebih jelas, perhatikan cara-cara
berikut.
1. Kutipan
langsung yang tidak lebih dariempat baris.
Sebuah
kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih empat baris ketika akan dimasukkan
dalam teks dengan cara berikut:
a.
Kutipan diintgrasikan langsung dengan
teks
b.
Kutipan itu diapit dengan tanda kutip
c.
Jarak antara baris dengan baris dua
spasi
d.
Sesudah kutipan selesai diberi nomor
petunjuk urut penunjukan setengah spasi keatas, atau dalam tanda kurung
ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman terdampar
kutipan itu.
2. Kutipan
langsung yang tidak lebih dari empat baris
Kutipan langsung yang
panjangnya lebih dari empat baris ketika ditulis dengan cara-cara berikut:
a.
Kutipan itu dipisahkan dari teks dengan
jarak dua setengah spasi
b.
Jarak antara basir dengan baris atau
spasi
c.
Kutipan itu dapat diapit atau tidak
dengan tanda kutip
d.
Sesudah kutipan selesai diberi nomor
urut penukunan setengah spasi ke atas atau ditempatkan dalam tanda kurung nama
singkat pengarang. Tahun terbit dari nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
e.
Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam 5-7
ketikan; bila kutipan itu dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama dari
kutipan itu dimasukkan ke dalam lagi 5-7 ketikan.
3. Kutipan
tak langsung
Dalam kutipan tak langsung biasanya inti
atau sari pendapat itu yang dikemukakan. Sebab itu, kutipan tak langsung tidak
boleh memeprgunakan tanda kutip. Beberapa syarat harus diperhatikan untuk
membuat kutipan tak langsung:
a.
Kutipan itu diintegrasikan dengan teks
b.
Jarak antara baris dengan baris dua
spasi
c.
Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip
d.
Sesudah kutipan selesai diberi nomor
urut penunukan spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat
pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu.
4. Kutipan
pada catatan kaki
Menurut
Ardi (Lamabawa, 2006:2) bahwa selain dari kutipan yang dimaksudkkan dalam teks
seperti telah diuraikan di atas, (baik kutipan langsung maupun kutipan tak
langsung), adapula kutipan yang ditempatkan pada catatan kaki. Bilacara
demikian yang dieprgunakan, maka kutipan demikian selalu dimasukkan dalam spasi
rapat, biarpun singkat saja. Demikian juga kutipan itu selalu dimasukkan dalam
tanda kutip, dan dikutip tapat seperti teksaslinya cara ini juga memudahkan
pembaca untuk memeriksa kembali.
E.
Tata
Cara Mengutip Karya Orang Lain
Cara mengutip tulisan atau artikel dari
buku, majalah, surat kabar, atau
media cetak lain adalah
sebagai berikut:
1.
Kutipan
dari buku.
Nama pengarang dengan nama belakang terlebih
dahulu jika terdapat gelar letakan paling belakang dan jika gelar
lebih dari satu maka setiap gelar dipisahkan dengan tanda koma }, { judul
lengkap dengan huruf italic atau underline } , { nama kota diterbitkan
buku tersebut}: { nama penerbit, tahun terbit buku tersebut jika tidak
ada bisa memakai tahun
buku tersebut dicetak jika keduanya tidak ada boleh tidak dicantumka}. Apabila kutipan lebih dari satu maka perlu diurutkan sesuai dengan
huruf alphabet.
Contoh:
Aksin, M, Merancang Audio Mobil
Hi-Fi Stereo System, Semarang: Effhar, 2002.
Harsono, Drs, Manajemen Pabrik,
Jakarta: Balai Aksara, 1984.
Mukhtar., Widodo, Erna, Konstruksi
Ke Arah Penelitian Deskriptif, Yogyakarta:
Avyrouz, 2000.
2.
Kutipan
dari majalah, tabloid atau koran.
{ Nama
majalah, tabloid atau koran }, { kata atau serangkaian huruf
yang khas }, {
nomor edisi lengkap dengan tahun terbit }, { nama kota diterbitkan
majalah tersebut }, { nama penerbit (jika ada) }.
Contoh:
Bobo,
Majalah Mingguan Anak-Anak, No. 51/1998, Jakarta.
PC Mild, Indonesia's Greatest Computer
Newspaper, Edisi 02/2008,
Jakarta: PT. Dian
Digital Media.
PCplus,
Paling Plus Bicara PC, No. 290 Tahun VII 21 Agustus-03
September 2007,
Jakarta: PT. Prima Infosarana Media.
3.
Etika
Pengutipan di Internet
Internet merupakan salah satu agen yang makin
mempermudah
penggandaan
suatu karya cipta terutama yang dipasang di internet.
Kemudahan
itu pada gilirannya melenakan, membuai kita sehingga pada
saat
mengutip lupa untuk memberi penghargaan (acknowledgement)
kepada
pengarangnya. Berikut ini format pengutipan sumber-sumber
online
menurut Modern Language Association di Amerika.
1. FTP
(File Transfer Protocol)
Cara
penulisan kutipan lewat File Transfer Protocol adalah sebagai berikut:
-
Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih
dahulu; judul lengkap; tanggal dokumen; protokol yang
digunakan (dalam hal ini ftp) berikut alamatnya; tanggal
akses.
Contoh
Johnson-Eilola, Johndan., "Little
Machines: Rearticulating Hypertext
User." 3 Dec. 1994, ftp://ftp.daedalus.com/pub/CCCC95/johnson-eilola,
(14 Aug 1996).
2. HTTP (HyperText Transfer Protocol)
WWW
Sites (World Wide Web). Cara penulisan kutipan lewat File
HyperText Transfer Protocol adalah sebagai berikut:
-
Sertakan nama pengarang (jika ada) dengan nama belakang terlebih
dahulu; judul lengkap dalam tanda petik; tanggal
dokumen; protokol yang digunakan (dalam hal ini http) berikut
alamat URL-nya; dan tanggal akses.
Contoh.
Burka, Lauren P,
"A Hypertext History of Multi-User Dimensions.",
MUD History. 1993,
http://www.utopia.com/talent/ipb/muddex/essay, (2 Aug. 1996).
Priadi,
Prasetyo, Membuat Printed Circuit Board (PCB) Menggunakan
DipTrace, Prasetyo Laboratories.
2008, http://www.PrasetyoLabs.Co.Cc, (15 Desember 2008).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat
ataupun pendapat dari seseorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan
dalam buku, kamus, ensiklopedia, artiket, laporan, majalah, koran, surat kabar
atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan misal media elektronika
seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Tujuannya sebagai pengokohan
argumentasi dalam sebuah karangan.
Kutipan terdiri dari:
Kutipan terdiri dari:
1. Kutipan
langsung
2. Kutipan tidak langsung
Dalam mengutip kita harus
menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan
kepada orang yang pendapatnya kita dikutip dan sebagai pembuktian akan kebenaran
kutipan tersebut. Selainitudalam mengutip kita harus memperhatikan beberapa aturan pengutipan
berdasarkan sumbernya masing-masing agar tindakan pengutipan yang kita lakukan
tidak dikatakan melanggar hukum. Hal ini berdasarkan Pasal 14 UU No.
19 Tahun 2002 C dan Pasal 15 UU No. 19 Tahun 2002.
B.
Saran
Perlu diperhatikan bahwa dalam membuat
kutipan ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan yakni:
1.
Penulis jangan terlalu banyak mengutip
sehingga tulisan yang disusun menjadi suatu himpunan kutipan.
2.
Kutipan dianggap benar jika penulis
menunjukkan tempat atau asal kutipan sehingga pembaca dapat mencocokkan
kutipan dengan sumber aslinya.
3.
Kutipan hendaknya diambil seperlunya
agar tidak merusak uraian sebenarnya.
4.
Kutipan yang panjang sebaiknya
dimasukkan dalam lampiran.
5.
Menghilangkan bagian kutipan
diperkenankan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak
menyebabkan perubahan makna.
6.
Pada kutipan langsung, penulis tidak
boleh mengubah apapun dan
andaikata penulis tidak menyetujui apa yang dikutipnya atau menemukan
kesalahan, ia dapat memberi tanda : [. . .. ] atau [ sic]. Sic berasal
dari kata latin sicut yang berarti “dengan demikian”, “jadi..”,
“ seperti itu”.
7.
Pengutip tidak boleh mengadakan
perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012.
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012.
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012.
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012.
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012
Anonim.
Di akses Senin, 28 Mei 2012
Anonim.
Di akses 28 Mei 2012
Terimah kasih sudah memuat ini,ini sangat bermanfaat bagi kalangan pelajar...
BalasHapusHAPPY NEW YEAR HAPPY NEW YEAR HAPPY NEW YEAR
BalasHapusDARI-rossastanleyloancompany
Apakah Anda memerlukan kredit yang mendesak?
* Sangat Cepat dan Transfer Instan ke rekening bank anda
* Biaya kembali di bulan setelah Anda mendapatkan pinjaman Anda di bank Anda
akun bank
* Tingkat bunga rendah 2%
* Long term payback (1-30) Long
* Pinjaman fleksibel dan gaji bulanan
*. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membiayai? Setelah mengajukan pinjaman
Anda mungkin mengharapkan jawaban awal kurang dari 24 jam
pembiayaan dalam 48Hours setelah menerima informasi yang mereka butuhkan
dari kru Pada perusahaan pinjaman ROSSA STANLEY, kami adalah perusahaan pembiayaan yang berpengalaman yang memberikan kemudahan pinjaman gratis kepada individu-individu yang berpikiran tulus, serius, perusahaan, badan hukum dan masyarakat umum dengan tingkat bunga 2%. Kami memiliki akses ke kumpulan uang tunai untuk diberikan kepada perusahaan dan mereka yang memiliki rencana untuk memulai bisnis tidak peduli seberapa kecil atau besarnya, kami memiliki uang tunai. Yakinlah bahwa kesejahteraan dan kenyamanan Anda adalah prioritas utama kami, mengapa kami berada di sini untuk mengurus pemrosesan pinjaman Anda.
Hubungi perusahaan pinjaman yang sah dan dapat dipercaya dengan rekam jejak pelayanan yang memberikan kebebasan finansial kepada negara-negara bersatu (PBB).
Untuk informasi lebih lanjut dan pinjaman yang meminta untuk mendirikan bisnis Anda, belilah rumah, beli mobil, liburan, hubungi kami via,
E-mail resmi: rossastanleyloancompany@gmail.com
CSN resmi +12133153118
Instagram resmi: Rossamikefavor
Twitter resmi: Rossastanlyloan
Official Facebook: rossa stanley favor
untuk respon cepat dan cepat ....
Mohon mengisi formulir aplikasi di bawah ini dan kami akan menghubungi Anda lagi, Kami tersedia 24/7
DATA PEMOHON
1) Nama Lengkap:
2) Negara:
3) Alamat:
4) Jenis Kelamin:
5) Status Perkawinan:
6) Pekerjaan:
7) Nomor Telepon:
8) posisi saat ini di tempat kerja:
9) Penghasilan Bulanan:
10) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan:
11) Durasi Pinjaman:
12) nama facebook:
13) nomor Whatsapp:
14) Agama:
15) Tanggal lahir:
SALAM,
Mrs.Rossa Stanley Favor
ROSSASTANLEYLOANCOMPANY
Email rossastanleyloancompany@gmail.com